Beli Obat Bebas (Over-The-Counter/OTC) Dengan Cara yang Aman

Apa obat OTC itu? Juga dikenal sebagai obat non-resep, obat OTC adalah obat-obatan yang dapat Anda beli tanpa resep dari penyedia. Obat OTC biasanya digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan umum, seperti flu, pilek, nyeri ringan dan nyeri, sembelit, dan demam. Mereka tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk tablet, cairan, semprotan, dan salep. Anda juga perlu tahu bahwa apoteker online adalah tempat pembelian obat OTC dan resep terbaik.

Tips Cerdas Penggunaan Obat OTC

Semua obat, termasuk obat resep dan OTC, memiliki potensi risiko. Risiko tersebut meningkat bila obat tidak digunakan dengan benar. Berikut adalah beberapa tips untuk penggunaan obat bebas yang aman dan cerdas:

Selalu baca labelnya

Selalu baca label obat, dan baca semuanya. Anda harus benar-benar tahu bahwa obat yang Anda beli benar-benar sesuai dengan kebutuhan Anda. Membaca label juga akan membantu Anda memahami instruksi dan memberi tahu Anda tentang peringatan apa pun yang mungkin berlaku bagi Anda.

Ikuti PERSIS apa yang tertulis di label

Membaca label saja tidak cukup – Anda harus meminum obatnya PERSIS seperti yang tertera pada petunjuk.

Misalnya, beberapa orang berasumsi bahwa dalam hal pengobatan OTC, lebih banyak lebih baik. Sebenarnya, mengonsumsi terlalu banyak obat non-resep bisa berbahaya. Pastikan Anda hanya mengambil jumlah yang disarankan seperti yang tertera pada label.

Ketahui apa yang harus dihindari saat mengonsumsi obat OTC

Mirip dengan obat resep, semua obat OTC dapat menyebabkan reaksi atau efek samping. Bicaralah dengan apoteker atau baca label untuk mengetahui apa yang harus dihindari saat minum obat OTC tertentu.

Waspadalah jika anda mengonsumsi lebih dari satu jenis obat bebas (OTC) secara bersamaan

Banyak obat OTC mengandung bahan aktif yang serupa (mis.Beberapa bahan dalam pereda nyeri mungkin juga ada dalam obat flu Anda), yang berarti Anda mungkin overdosis tanpa menyadarinya. Sebelum mengonsumsi lebih dari satu obat OTC secara bersamaan, pastikan Anda membandingkan bahan aktifnya.

Jika ragu, bicarakan dengan apoteker Anda

Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang pengobatan OTC tertentu, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter Anda.

Selain itu, masih banyak lagi hal tambahan yang harus Anda ketahui tentang obat OTC, seperti:

– Jika Anda sedang hamil atau menyusui konsultasikan dengan dokter Anda sebelum minum obat OTC. Beberapa obat OTC berbahaya bagi bayi yang sedang berkembang. Beberapa obat yang mungkin diminum ibu menyusui dapat melewati ASInya dan dapat membahayakan bayinya. Itu selalu terbaik untuk bertanya kepada dokter Anda sebelum minum obat apa pun saat Anda hamil atau menyusui.

– Kemudian ingatlah suplemen herbal tidak sama dengan obat OTC. Suplemen herbal dapat ditemukan di lorong OTC, tetapi tidak seperti obat OTC, BPOM tidak memeriksanya untuk penggunaan yang aman sebelum dipasarkan. Suplemen herbal dapat menyebabkan efek samping, berinteraksi dengan obat lain yang mungkin Anda minum, dan memperburuk kondisi kesehatan. Banyak suplemen herbal diberi label “alami”, tetapi alami tidak berarti aman. Ingatlah untuk selalu berbicara dengan dokter atau apoteker Anda sebelum memulai suplemen herbal apa pun.

– Tanggal kadaluarsa obat harus selali diperiksa. Jangan pernah menggunakan obat-obatan yang kadaluwarsa. Menurut BPOM, obat bisa menjadi kurang efektif atau lebih manjur setelah masa kadaluwarsanya. Sisihkan beberapa hari setiap tahun untuk membuang obat yang sudah kadaluwarsa di rumah Anda.

– Gunakan hanya alat pengukur yang disertakan dengan produk OTC. Sendok pengukur rumah tangga dan peralatan dapur lainnya (misalnya, sendok teh) tidak boleh digunakan untuk mengukur dosis obat. Menggunakan barang-barang ini dapat mengakibatkan mengambil lebih banyak atau lebih sedikit obat dari yang dianjurkan. Sebagai gantinya, selalu gunakan alat pengukur yang disertakan dengan produk OTC.

– Cari pertolongan medis jika gejala Anda memburuk atau Anda mengalami efek samping. Jika gejala Anda tidak membaik atau jika Anda merasa lebih buruk setelah minum beberapa dosis obat OTC, hubungi dokter Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top